You are currently browsing the monthly archive for November, 2008.

Seorang gadis muda menunggu penerbangannya di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk. Karena harus menunggu berjam-jam, dia memutuskan membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya. Dia juga membeli sebungkus kue.

Dia duduk di kursi bersandaran tangan, di ruang VIP bandara, untuk beristirahat dan membaca dengan tenang. Di sisi sandaran tangan di mana kue terletak, seorang laki-laki duduk di kursi sebelah, membuka majalah dan mulai membaca.

Ketika ia mengambil kue pertama, laki-laki itu juga turut mengambil. Dia merasa gemas tapi tidak berkata apa-apa. Dia hanya berpikir:

“Lancang benar!! Bila aku ga sabaran sudah kugebuk dia untuk kenekatannya!”

Untuk setiap kue yang diambilnya, laki-laki itu turut mengambil satu. Ini sangatlah membuatnya marah, namun dia tidak ingin sampai timbul kegaduhan di ruang itu.

Read the rest of this entry »

Saturday, November 15, 2008

Super duper sebel!!!

Rencana hari ini brantakan semua. Schedule gw jadi amburadul. Janji gw buat siang terpaksa dibatalin karna rapat panitia acara bsk dimajuin dr sore jd siang (dan ini ga mgk selesai sbentar, pasti bablas ampe malam), akhirnya setlah modifikasi sana sini, dg waktu yg super mepet banget, kyknya janji pagi bisa terlaksana, rapat panitia bisa gw hadiri, malamnya kita panitia bisa fokus ke persiapan akhir acara bsk.

Tapi ternyata o ternyata saudara2….janji pagi batal dengan indahnya, rapat panitia terpaksa gw telat banget…Mood dah ga bener banget dee…(uhehe saking keselnya gw dah ga bisa ngomong ding, ajaib!!)

Read the rest of this entry »

lagi ngeberesin imel2 lama di outlook, nemu imel ini, forward-an dari Cacay…ga tau sumber nya…just joke yah, no hard feeling, k??


BLUE ==> WESTERNER

RED ==> ASIAN


= OPINION =

opinion1

B: langsung to the point

R: muter2 dulu, apalagi kalo opininya berbeda paham

Read the rest of this entry »

Rabu, 12 November 2008 | 17:40 WIB

by: Heru Margianto

facebook2

Teman saya keranjingan Facebook. Hari pertama menggauli mesin virtual ini  ia bertemu dengan kawan lamanya yang nyaris tak dikenalinya. Ia begitu takjub akan keajaiban Facebook. Malam itu ia baru meninggalkan ruang kerjanya saat lampu kantor dipadamkan.

Bukan cuma teman saya yang tergila-gila, saya pun tengah gandrung dengan mainan baru ini. Facebook menghubungkan saya dengan sejumlah orang yang tak dapat saya jumpai di dunia nyata. Teman-teman sekolah saya yang tak tahu di mana rimbanya saya temui kembali di sini. Tidak hanya teman sekolah, banyak orang juga bisa berkawan dengan sejumlah orang yang sosoknya terasa jauh di alam nyata. Ada artis, ada politisi, budayawan, dan sejumlah orang beken. Keajaiban Facebook. Lupakan jarak dan waktu serta batas sosial. Ketiganya hanya ada di dunia nyata. Read the rest of this entry »